woodland-harmoni-web

Subsidi untuk Masyarakat Bergaji Rp 4 Juta Diharapkan Segera Terbit

Woodland Harmoni
Ilustrasi

Masyarakat dengan pendapatan Rp 4 juta, jumlahnya cukup banyak. Terutama di kota-kota besar di Indonesia.

Penghasilan senilai itu, tidak bisa dikatakan besar. Terlebih bila harus dihabiskan di kota-kota dengan biaya hidup (living cost) tinggi.

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Eddy Hussy berharap, pemerintah memperhatikan masyarakat dengan pendapatan Rp 4 juta. Caranya, dengan memberikan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan perumahan (FLPP).

“Masyarakat dengan pendapatan Rp 4 juta hingga Rp 7 juta itu jumlahnya banyak. Kebutuhan rumah bagi mereka juga meningkat sangat pesat,” ujar Eddy di Jakarta, Kamis (10/12/2015).

Orang-orang dengan penghasilan sebesar itu, kata Eddy, kebanyakan datang dari daerah menuju kota-kota besar. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya tingkat urbanisasi.

Dengan begitu, sejatinya kebutuhan rumah bukan lagi dominasi perkotaan, melainkan terjadi juga di pedesaan. Angkanya justru lebih tinggi dibanding perkotaan.

Pasalnya, menurut Eddy, di desa masih mudah mendapatkan rumah atau membangun rumah. Sementara di kota, pemerintah perlu memberikan perhatian ekstra karena keterbatasan lahan.

“Kami berharap FLPP paket dua untuk masyarakat berpendapatan Rp 4 juta ke atas. Masyarakat dengan pendapatan diatas Rp 4 juta itu sudah banyak di kota besar,” jelas Eddy.

Ia menambahkan, paket dua ini bisa mencangkup kebutuhan yang lebih besar. Selain untuk masyakarakat berpenghasilan Rp 4 juta, Eddy berharap, pemerintah bisa memberikan kredit untuk masyarakat di sektor informal.

Dalam hal mendorong sektor informal ini, perbankan bisa memudahkan kredit bagi masyarakat tanpa menyertakan persyaratan keterangan pendapatan tetap.

“Kalau masyarakat informal itu diberikan perhatian, persoalan perumahan ke depan lebih baik,” tandas Eddy.

 

>> Baca Artikel Lainnya disini

(Sumber : http://properti.kompas.com/)